Agile Scrum

Okay, it’s not something new but i want so share what i’ve learn to all of you *who read this post* and, also for myself someday i need this kind of documentation.

And i’m sorry karna postingan akhir2 ini lebih ke teori2 saja, ga ada tutorial maupun contoh2 praktiknya, nanti ya, nanti kalau saya udah mulai terjun, #hohhhh#

Well, now we start :

Agile Scrum ; ini merupakan salah satu SDLC (System Development Life Cycle). Mungkin yang familiar bagi teman-teman, SDLC yang udah dari jaman lama, yang mungkin masih sebagian besar teman-teman pakai sampai sekarang yaitu Waterfall. Sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak yang sistematik dan sequensial, urut mulai dari requirement, design, implementation, verification hingga maintenance.

waterfall

waterfall

Waterfall ini rigid (kaku), jadi harus bener-bener step by step, kalau satu tahap belum selesai, tidak diperkenankan untuk memulai tahap selanjutnya. Nah, disini yang jadi kendala, apabila ketika kita akan membangun suatu sistem, biasanya requirement dari customer sering berubah-ubah, jadi terkadang sampai tahap analisa ga kelar-kelar karena ada banyak perubahan, sementara makin lama disitu, makin banyak cost. Dan waktu juga terus berjalan, bisa jadi lebih lama. Sementara project ini kejar tayang, so, terkadang kita terpaksa langsung terjun koding dengan desain yang ada, perkara ada perubahan jadi disampaikan ditengah jalan, tidak efektif bukan? Belum lagi ketika soal dokumentasi, entah versi yang keberapa yang diimplementasikan dalam code. Itu di tahap perqancangan, bayangin, jika itu terjadi setelah release? Serasa ngulang kembali dari awal kan? hehe

Agile , mulai diperkenalkan pada tahun 90-an. Kata agile bersifat cepat, ringan, bebas bergerak sehingga metode ini sangat adaptive, terdiri dari perencanaan-perencanaan jangka pendek sehingga dapat cepat dalam merespon perubahan.

Agile manifesto :

  1. Individual and interactive
  2. Working software
  3. Customer Collaboration
  4. Responding to change

Scrum adalah sebuah kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang senantiasa berubah, di saat yang bersamaan, menghasilkan produk bernilai tinggi dengan kreatif & produktif ~ Scrum Guide (Juli 2013), Ken & Jeff.

Understanding Scrum

Berikut gambaran mengenai scrum, agar lebih mudah dipahami 🙂

scrum-activity

Scrum Activity

Scrum adalah suatu kerangka kerja yang menggunakan pendekatan Agile, dimana kita membuat perencanaan-perencaan jangka pendek dan cepat untuk meresponse perubahan. Pendekatan team-based, kolaborasi antar team member sangat diperlukan dalam mengerjakan suatu project. Scrum merupakan iterative dan incremental, jadi, terdiri dari pengulangan-pengulangan, dalam scrum disebut sprint dengan goal yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga akan ada peningkatan tentang pekerjaan yang telah selesai berdasarkan product backlog yang telah dibuat. Dan scrum, selalu fokus untuk mendeliver suatu product bernilai tinggi.

Scrum Roles

  1. Product Owner, bertanggungjawab untuk membuat dan mengelola prooduct backlog agar transparan, jelas dan mudah dipahami. Product owner harus paham betul tentang product yang akan dibangun, memaksimalkan nilai product dan kinerja tim. Similar to Project Manager.
  2. Scrum Master, memastikan scrum telah dipahami dan dilaksanan oleh semua team member, mengikuti teori, praktik dan aturan main dalam scrum serta memfasilitasi acara-acara scrum, misal : daily scrum meeting. Similar to Team Leader.
  3. Team Member, cross-functional, team harus lengkap, terdiri dari analys, programmer, QA dll. Setiap team member itu self-organize, bertanggungjawab pada pekerjaanya masing-masing. Saat sprint planning, dia sendiri yang akan menentukan akan mengerjakan apa, dalam waktu berapa lama, dan dia harus commit pada pekerjaannya.

Scrum Ceremony

  1. Sprint Planning adalah pertemuan diawal sprint untuk menentukan sprint yang akan dijalankan. Memilih item dari product backlog, mana yang akan dikerjakan, kemudian mendetailkannya menjadi sprint backlog.
  2. Sprint Review, meeting setelah sprint telah selesai. Mereview pekerjaan yang dikerjakan selama sprint, mana saja sudah selesai, masih ada yang pending, atau masih on going untuk dilanjutkan ke sprint berikutnya. Atau sudah benar-benar done. Definisi done disini yang memutuskan adalah product owner. Benar-benar sudah selesai atau masih harus diperbaiki lagi.
  3. Sprint Retrospective, pertemuan diakhir sprint, setelah sprint review mengenai cara kerja dalam sprint, apakah sudah baik dan dipertahankan pada sprint selanjutnya, ataukah ada yang perlu diperbaiki, misalnya pola komunikasi antar team selama ini bagaimana, sudah bagus atau perlu ditingkatkan.
  4. Daily Scrum Meeting merupakan pertemuan setiap hari, setiap pagi sebelum mulai bekerja. Dihadiri semua team member, dipimpin oleh scrum master. Semua berdiri, diwaktu yang sama dan ditempat yang sama setiap harinya. Ada 3 pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap team member, yaitu : ‘What did you do yesterday?’ ‘What will you do today?’ and ‘Is anything on your way?’; Yang perlu diingat, daily scrum ini bukanlah tempat problem solving. Pertemuan berlangsung hanya selama 10-15menit setiap pagi.

Scrum Artifacts

  1. Product Backlog adalah daftar kebutuhan sebuah system, ini dibuat oleh product owner, dan disusun berdasarkan prioritas pada setiap itemnya. Berupa story line, misal as a user, i want to log in, so i can access the web. Atau bisa berupa task based, misal : tambahkan validasi di setiap form, jika user tidak melakukan aktifitas selama 2 jam maka sistem akan otomatis log out.
  2. Sprint Backlog adalah subset dari product backlog item yang detailkan menjadi task-task untuk sebuah sprint yang dibuat oleh team member. Teriri dari nama task, siapa yang mengerjakan dan estimasi pekerjaan (dalam jam) Setiap item punya status dan harus diupdate setiap hari (not started, in progress, done).
  3. Chart Burndown merupakan grafik yang merepresentasikan pekerjaan yang telah selesai. Bisa berupa progress sprint, progress backlog, maupun release burndown chart. Dari grafik ini kita dapat melihat pekerjaan yang telah selesai, yang belum dikerjakan dan estimasi waktu yang tersisa.

Berikut gambaran Scrum activity :

scrum activity

scrum activity

Dari product backlog yang telah dibuat, kemudian kita membuat rencana sprint dari item-item yang ada di product bakclog yang kita sebut dengan sprint backlog. Berisi detail pekerjaan yang akan dilakukan, siapa yang akan mengerjakan,  stimasi lama pengerjaan, dan juga status pekerjaan (done, on going, atau not started). Sprint meeting dilakukan 2 sampai 4 minggu sekali, sedangkan dalam jalannya sprint, akan ada daily scrum meeting yang durasinya 20-15menit setiap pagi yang akan difasilitasi oleh Scrum Master. Dari hasil sprint ini kemudian akan terlihat pekerjaan mana saja yang sudah selesai, sehingga menghasilkan product increment.

Untuk lebih detailnya saya upload File .ppt tentang ini  di academia sih, bisa di download untuk teman-teman.. ada contoh-contoh backlog di scrum, juga ada sedikit review perbandingannya dengan waterfall dan spiral model.

https://www.academia.edu/15355242/Agile_Scrum

Semoga bermanfaat ya teman-teman ^_^

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Agile Scrum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s